Senin, 10 September 2018

Muqoddimah At-Tibyan



๐Ÿ“š๐Ÿ“šุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…๐Ÿ“™
ูˆ ุจู‡ ู†ุณุชุนูŠู†๐Ÿ“

         ๐Ÿ“”Berkata Asy-Syaikh Al-Faqih, Al-Imam Al-'Alim, Al-Wara' Az-Zahid, Adh-Dhabith Al-Mutqin, Abu Zakariya Muhyiddiin bin Syaraf bin Hazam An-Nawawi -rahimahullaahu Ta'ala:

    "Segala puji1) bagi Allah Al-Karim2) Al-Mannaan3), Pemilik kekuasaan4), keutamaan dan kebaikan, Yang Telah Memberi hidayah bagi kita kepada keimanan5), dan Telah Mengutamakan agama kita di atas seluruh agama yang ada6), dan menganugerahkan kita dengan diutusnya kepada kita semulia-mulianya makhluk, paling utamanya makhluk di sisi-Nya, kekasih-Nya dan khalil-Nya, hamba dan juga utusan-Nya Muhammad7) ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู…, yang dengannya Dia menghapus peribadatan kepada berhala², dan memuliakannya ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… dengan al-quran yang merupakan mukjizat yang terus-menerus seiring pergantian zaman.  Yang di musim² itu manusia dan jin saling bergumul bersama kelompok² mereka8)

     Dan dengan al-quran itu Allah membungkam (mulut²) orang² yang menyimpang dan melampaui batas9), dan Allah menjadikan al-quran itu bersemi didalam hati² orang² yang memiliki pandangan dan pemahaman, dan al-quran itu tidaklah diciptakan di atas pertentangan10) yg (pertentangan² itu demikian) banyaknya serta tidak pula al-quran itu bisa dirubah sewaktu². (Allah pula) telah memudahkan al-quran itu sebagai zikir (peringatan), sampai² (kemurnian) al-quran terlihat ibarat bayi yang baru lahir11). (Allah juga) menjamin penjagaan terhadap al-quran dari berbagai upaya yang telah dilakukan untuk merubahnya dan (menjamin penjagaan nya) dari berbagai upaya yang ingin dilakukan oleh mereka12). Dan al-quran itu dalam keadaan terjaga -segala puji dan keutamaan hanya milik Allah- seiring pergantian siang dan malam13)

      Dan Allah telah memberikan taufik untuk memelihara ilmu² al-quran ini kepada orang² yang Dia pilih dari kalangan orang² cerdik lagi pandai, maka merekapun mengumpulkan di dalam (ilmu² al-quran tersebut) berbagai cabang ilmu yang dengannya menjadi lapanglah dada² orang² yang yakin.

       ๐Ÿ“Ž๐Ÿ“Œ Aku memuji Allah atas hal itu dan juga (hal² lainnya) dari berbagai kenikmatan yang tak berbilang (jumlahnya), terkhusus atas nikmat keimanan, dan aku meminta kepada-Nya anugerah atasku dan atas seluruh orang² terkasihku dan atas segenap kaum muslimin dengan (anugerah berupa) keridhaan14). Dan aku bersaksi bahwasanya tidak ada Ilaah yang berhak untuk diibadahi selain Allah semata,  tiada sekutu bagi-Nya, dengan persaksian untuk mendapatkan ampunan, persaksian yang akan memisahkan pelakunya dari 2 sinar matahari dan rembulan, persaksian yang akan mengantarkan pelakunya kepada tempat² tinggal yang gelap.

        ๐Ÿ“ Dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang menyeru kepada keimanan, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan atasnya, dan atas keluarga beserta para sahabatnya, serta (tercurahkan atas mereka) kemuliaan, keagungan dan keutamaan seiring bergantinya siang dan malam.

                                             ๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท

      ๐ŸŒน๐Ÿƒ Adapun setelah itu;
Maka sesungguhnya Allah ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆ ุชุนุงู„ู‰ telah mengkaruniakan kepada umat ini - semoga Allah menambahkan kemuliaan kepadanya- dengan agama yang diridhai-Nya, (yakni) agama Islam, dengan diutusnya Muhammad "Khoirul Anaam"15) kepada umat ini - semoga senantiasa tercurahkan atasnya seutama² shalawat, barokah dan salam -, dan Allah juga telah memuliakan umat ini dengan kitab-Nya yang merupakan seutama2 perkataan, dan Allah ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆ ุชุนุงู„ู‰ telah mengumpulkan di dalamnya seluruh apa  yang dibutuhkan dalam agama ini, berupa berita² tentang umat² terdahulu maupun yang belakangan, nasehat², permisalan², adab², dan macam² hukum, serta hujjah² yang pasti dan jelas dalam bukti² tentang ke-Esaan Allah, dan yang selain itu dari apa² yang dibawa oleh para rasul ุตู„ูˆุงุช ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุณู„ุงู…ู‡ ุนู„ูŠู‡, (hujjah) yang tak terbantahkan bagi orang² yang menyimpang, sesat lagi dungu16). Allah juga melipatgandakan pahala membaca al-quran, dan memerintahkan (kita) untuk memelihara dan memuliakannya, menetapi adab bersama al-quran, serta mencurahkan kemampuan untuk menjaganya.

           ๐ŸŒ Dan sungguh telah dikarang (berbagai karangan) tentang keutamaan membaca al-quran oleh sekelompok orang² pilihan dan berilmu17) dalam bentuk kitab² yang sudah dikenal di kalangan orang² yang berakal18) dan pandai, akan tetapi semangat (orang²) untuk menghafalkannya begitu lemah, bahkan (lemah pula semangat mereka) untuk menela'ahnya, akhirnya tidak ada yang bisa mengambil manfaat (dari) kitab2 tersebut kecuali dari beberapa kalangan individu yang memiliki pemahaman.


๐ŸŒ๐ŸŒŽ Dan aku menyaksikan penduduk negeri kami di Damaskus19) - semoga Allah Ta'ala senantiasa menjaganya dan melindunginya beserta seluruh negeri² Islam - adalah orang² yang banyak memperhatikan masalah tilawatil qur'an al-'aziz baik dari segi pembelajaran maupun pengajaran, dengan (mengadakan) acara pertunjukan (menghafal al-quran) atau menyelenggarakan pelatihan secara berkelompok maupun individu. Mereka benar² giat untuk hal tersebut di malam ataupun siang hari - semoga Allah menambahkan semangat kepada mereka dalam melakukannya maupun ketika melakukan seluruh jenis²  amalan lainnya - dalam rangka menginginkan Wajah Allah Sang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.

          ๐ŸŒƒMaka hal itu membuatku terpanggil untuk mengumpulkan rangkuman20) tentang adab² para pembawa (al-quran), sifat² dari para pembacanya dan para penuntut (ilmu²) al-quran.

         ๐ŸŒ†Maka sungguh Allah ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆ ุชุนุงู„ู‰ telah mewajibkan nasehat untuk kitab-Nya. Dan di antara bentuk nasehat untuk kitab-Nya, yaitu:
➖menjelaskan adab² dari para pembawa dan penuntut ilmu² (al-quran)
➖membimbing mereka kepada adab² tersebut dan memperingatkan mereka tentangnya
✅✅Dan dalam (penyusunannya) aku lebih memilih untuk meringkas, dan aku berhati² dari (pembahasan) yang melebar dan bertele-tele. Dan aku juga merangkum di dalam setiap bab berdasarkan sebuah pendapat di antara sekian pendapat yang ada.

✅✅Dan akupun merumuskan dari setiap pembahasan itu bentuk² adab kepada sebagian macam/jenis.
Oleh karena itu, (terkadang) aku menyebutkan apa² yang (sebelumnya) telah kusebutkan (di bahagian kitab yang lain) dengan tanpa menyebutkan lagi sanad²nya. Kalaupun sanad²nya bihamdillaahi Ta'ala disiku telah dalam keadaan siap sedia, maka tujuannku  adalah: 
⭕peringatan atas perkara yang lebih mendasar dari itu
⭕sebagai petunjuk, bahwa apa² yang telah kusebutkan sampai yang tidak kusebutkan sebenarnya sudah ada (penyebutannya dalam kitab).

     ๐Ÿ•Penyebab mengapa aku lebih memilih metode yang ringkas:
❇ aku lebih mengutamakan sisi hafalannya, dan agar lebih banyak yang mengambil faidah darinya, serta agar lebih bisa dijangkau (oleh berbagai golongan manusia).
❇ kemudian berkaitan dengan isim² dan dialek² yang masih gharib pada bab² tersebut, akan aku rincikan dengan penjelasan serta kaidah yang ringkas lagi padat, berdasarkan tata letak dalam babnya nanti di akhir kitab (indeks) agar pemilik kitab bisa mendapatkan faidah yang sempurna dan hilanglah keraguan dari orang yang mencari (makna kata² tersebut), dan lenyaplah semua (keragu²an) akan kandungan maknanya.
❇ Dan di tengah bab² tersebut terselip sejumlah kaidah² dan faidah² penting yang melimpah ruah.
❇ saya juga menjelaskan hadits² yang shahih dan yang dhaif dengan bersandar kepada (para) perawinya dari para imam yang kokoh (di bidang ilmu hadits).
  Dan terkadang aku terlupa dari hal yang ganjil dalam masalah tersebut di sebagian keadaan.

          ๐Ÿ”ด๐Ÿ”ตDan saya mengetahui bahwasanya para ulama dari ahlul hadits dan yang selain mereka telah membolehkan untuk beramal dengan hadits² yang dhaif dalam masalah fadhoilul a'mal. Namun bersamaan dengan ini, sesungguhnya aku mencukupkan dengan hadits² yang shahih saja. Aku tidaklah menyebutkan hadits yang dhaif kecuali pada sebagian keadaan.

๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


๐ŸŒพ๐ŸŒฟDan hanya kepada Allah Al-Karim-lah tawakal dan penyandaranku, dan kepada-Nya aku mengharapkan putusan atas segala urusanku, Dia-lah tempatku berlindung.

        ⛅☁Dan aku meminta dari-Nya cara² yang akan menyampaikan kepada jalan yang lurus, penjagaan dari hal ihwal orang² yang menyimpang dan menentang, dan agar aku senantiasa tegar diatas (sikap demikian) dan (sikap) lainnya dari kebaikan yang bertambah, dan aku berdoa dengan sepenuh hati21) kepada-Nya ุณุจุญุงู†ู‡ agar memberiku taufik22) menuju keridhaan-Nya, dan agar Dia menjadikanku termasuk di antara orang² yang takut dan bertakwa pada-Nya dengan sebenar²nya takwa, dan agar Dia memberiku hidayah untuk memperbagus niat, memudahkan segala jenis perkara kebaikan untukku dan mengalirkan bagiku berbagai jenis perkara yang membawa kemuliaan, serta menetapkan aku di atas hal itu hingga saatnya kematian tiba, dan semoga Diapun memberikan semua hal yang kupinta ini kepada seluruh orang² terkasihku dan kepada (mereka) yang meminta dari kalangan kaum muslimin dan muslimat, dan cukuplah Allah sebagai Penolong bagi kami dan Dia-lah sebaik² Pelindung23), dan Tiada Daya dan Upaya melainkan datangnya dari sisi Allah Yang Maha Tinggi Lagi Maha Agung.

๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท

Keterangan:

1) Alhamdu (ุงู„ุญู…ุฏ):
Pujian dengan mengumpulkan segala sifat² (terpuji)

2) Al-Kariim (ุงู„ูƒุฑูŠู…):
Dalam sifat² Allah Taala. Dikatakan tentang maknanya: ุงู„ู…ุชูุถู„ (Yang Memiliki Karunia), dan ada pula yang berpendapat lain.

3) Al-Mannaan ( ุงู„ู…ู†ุงู†):
Kami telah meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ bahwasanya maknanya: 
``Yang Lebih dahulu Memberi Sebelum Diminta``.

4) Pemilik kekuasaan (ุฐูŠ ุงู„ุทูˆู„):
Kekayaan dan Keluasan.
Jadi Allah Yang Maha Kaya dan Maha Luas (karunia-Nya).

5) Yang dimaksud dengan hidayah adalah taufik dan kelembutan.
Bisa dikatakan:
☘ู‡ุฏุงู†ุง ู„ู„ุฅูŠู…ุงู†
☘ู‡ุฏุงู†ุง ุจุงู„ุฅูŠู…ุงู†
☘ู‡ุฏุงู†ุง ุฅู„ู‰ ุงู„ุฅูŠู…ุงู†

6) Maksudnya agama Islam adalah agama yang paling utama dibandingkan agama umat² terdahulu.

7) Nabi kita ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… diberi nama Muhammad karena begitu banyaknya sifat pembawaan beliau yang terpuji.
Berkata Ibnu Faris dan yang selainnya:
``yakni, Allah  Ta`ala telah mengilhamkan kepada keluarganya untuk menamainya dengan Muhammad tatkala mereka melihat bagusnya sifat² beliau, dan mulianya watak/tabiat beliau. Semoga Allah Menambahkan untuknya kemuliaan dan keutamaan.

8) Berkata ahli bahasa,
`Dikatakan ูู„ุงู† ูŠุชุญุฏู‰ ูู„ุงู†ุง (Fulan menantang si Fulan) bila ia berlomba dan berkelahi demi meraih kemenangan``.

Perkataan beliau ``bersama kelompok² mereka `` (ุจุฃุฌู…ุนู‡ู…) bisa dengan mendhommah (ู…) dan bisa pula memfathahnya, 2 dialek ini sudah masyhur, maknanya adalah ุฌู…ูŠุนู‡ู… (kelompok mereka).

9) Membungkam maksudnya menangkis dan mengalahkan.

10) ``Tidaklah diciptakan`` (ู„ุง ูŠุฎู„ู‚) dengan mendhommah (ู„), bisa juga memfathahnya. Dan huruf (ูŠ) yang ada disitu difathah. Huruf (ูŠ) itu boleh didhommahkan kalau (ู„)nya kasroh.
➖yakhluqu (menciptakan) ๐Ÿ‘‰ fiil mudhori tsulatsi mujarrod
➖yukhliqu (menciptakan) ๐Ÿ‘‰ fiil mudhori tsulatsi maziid fiihi
Dikatakan:
``kholaqo asy-syai wa kholuqo  wa kholiqo wa akhliq`
๐Ÿ‘‰ ุฅุฐุง ุจู„ูŠ :
 bila benda itu pada akhirnya kan menjadi usang.
Dan yang dimaukan disini, yaitu bahwa al-qur`an itu tidak akan hilang keelokan dan kemuliaannya.

11) Yakni penjagaannya secara dzohirnya bisa diibaratkan seperti seorang bayi (ุตุจูŠุงู†).

12) Kata (ุงู„ุญุฏุซุงู†) dengan memfathah huruf (ุญ) dan (ุฏ),
ู‡ูˆ ุงู„ุญุฏุซ ูˆ ุงู„ุญุงุฏุซุฉ ูˆ ุงู„ุญุฏุซู‰،
Maknanya adalah terjadinya sesuatu yang belum terjadi.
Jadi meskipun makar orang² kafir dan munafik terhadap al-quran belum terjadi, Allah telah lebih dahulu menjaga al-quran.

13) Kata ุงู„ู…ู„ูˆุงู† artinya malam dan siang.

14) Kata ุงู„ุฑุถูˆุงู† dengan mengkasroh huruf (ุฑ) dan bisa pula dengan mendhommakannya.

15) Al-Anaam (ุงู„ุฃู†ุงู…): makhluk dari golongan (orang²) yang terpilih.
Bisa disebut pula Al-Aniim (ุงู„ุฃู†ูŠู…)

16) Kata ุงู„ุฏุงู…ุบุงุช artinya apa² yang Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… bawa yang akan mengalahkan kaum yang menyimpang (ahlul ilhad) dan memberantas mereka.
๐Ÿฅฆsedangkan ุงู„ุทุบุงู… dengan memfathah huruf muhmalah  yaitu (ุท) disini dan memfathah juga huruf mu`jamah yaitu  (ุบ), artinya: orang² yang paling bodoh/pandir.

17) 
๐Ÿณ๐ŸŒถkata (ุงู„ุฃู…ุงุซู„) artinya adalah ุงู„ุฎูŠุงุฑ ( orang² pilihan), bentuk tunggalnya ุฃู…ุซู„. Terkadang seseorang memisalkan dengan mendhommah huruf (ุซ), maka maknanya menjadi ูุงุถู„ุง ุฎูŠุงุฑุง (pilihan yang utama).
๐Ÿณ๐ŸŒถkata ุงู„ุฃุนู„ุงู… adalah bentuk jamak dari ุนู„ู…, yaitu: apa² yang diambil sebagai petunjuk jalan di sebuah bukit dan yang selainnya.

18) Kata ุงู„ู†ู‡ูŠ artinya ุงู„ุนู‚ูˆู„ (akal). Bentuk tunggalnya ู†ู‡ูŠุฉ dengan mendhommah huruf (ู†). Akal seperti dalam kitab ini bisa disebut ุงู„ู†ู‡ูŠ karena dia bisa mencegah pemiliknya dari melakukan berbagai kejelekan. Ada juga yang mengatakan,
Dikarenakan pemiliknya akan berhenti pada akal dan pemikirannya.
Berkata Abu Ali Al-Farisi:
kata ุงู„ู†ู‡ูŠ boleh digunakan sebagai masdar, dan boleh juga sebagai bentuk jamak, merujuk pada kebiasaan.


19) Damaskus (ุฏู…ุดู‚=dimasyqa) dengan mengkasroh huruf (ุฏ) dan memfathah huruf (ู…) menurut pendapat yang masyhur, dan dihikayatkan oleh penulis kitab ``Mathaaliul Anwaar` juga dengan mengkasroh (ู…) = dimisyqa.


20) Rangkuman (ุงู„ู…ุฎุชุตุฑ) adalah bentuk penulisan dengan sedikit pelafalan namun memiliki makna yang padat.


21) ``dengan sepenuh hati`` (ุฃุจุชู‡ู„) artinya ุฃุชุถุฑุน (dengan merendahkan diri kepada-Nya).

22) Taufik = naluri yang menjadikan seseorang berusaha mencapai ketaatan.

23)ุญุณุจู†ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆ ู†ุนู… ุงู„ูˆูƒูŠู„
๐Ÿฅช๐ŸฅšKalimat ุญุณุจู†ุง ุงู„ู„ู‡ yaitu ูƒุงููŠู†ุง = Allah telah cukup bagi kami.
๐Ÿฅช๐Ÿฅšsedangkan ุงู„ูˆูƒูŠู„ maksudnya ุงู„ู…ูˆูƒูˆู„ ุฅู„ูŠู‡ (Yang (makhluk) bersandar padanya. Ada yang mengatakan maksudnya adalah `Yang Menegakkan kemaslahatan para makhluk-Nya``.
Dan ada juga yang menyatakan maksudnya adalah ุงู„ุญุงูุธ = Yang Menjaga.